Laman

Selasa, 10 Maret 2015

Ibunda Ratu, Nasi Bungkus dan The Lord Of The Rings



Hari ini aku mau bercerita tentang apa-apa aja yang kulakuin hari ini. Dari mulai bangun tidur sampai mulai mengetik cerita ini.

Oke, Pagi ini cuaca cukup cerah. seperti orang-orang normal lainnya, ketika aku bangun aku mengecek setiap bagian tubuhku ada yang kurang apa enggak. Kalo ada yang kurang berarti aku belum bangun tidur. Setelah itu aku mengecek Hand Phone (*mana tau ada yang BM ngajak nikah kan), abis itu berdiri dari kasur dan gangnam style,
ya seperti orang-orang normal lainnya.

Ketika terbangun aku tidak langsung mencari handuk dan mandi, Tapi aku menjalankan kewajiban setiap orang muslim, yaitu sholat. sehabis sholat baru ngopi, abis ngopi lihat berita online, abis update berita kita update status di social media, abis update status kita ngaca, eh enggak taunya muka masih ganteng, gak jadi mandi deh hahaha.

Pagi ini, si Ibu (sebut saja begitu) memintaku untuk mengantar dirinya pergi ke kantor lurah. Karena ada rapat penting, katanya sih. Aku juga enggak tau rapat apa. Tapi sebagai anak yang baik harus nurut apa kata ibunya yang penting udah di antar uang bensin dapat ya udah pulang, tinggal nunggu sesi jemput aja nanti. Pas mau pulang kerumah aku mencoba pulang dengan jalan memutar, mana tau ketemu kejadian yang aneh kan, jadi ada referensi buat cerita. Setelah beberapa menit aku mutar-mutar enggak ada kejadian apa-apa, ya udah akhirnya aku pulang.

Sesampainya dirumah seperti hari-hari biasanya, kalo lagi nganggur aku mengotak-ngatik si Toshi (sebut saja begitu), laptop tua tapi disayang. Jujur aku cukup hobi dengan dunia IT walaupun mengerti hanya dasar-dasarnya aja setidaknya hampir semua dasar dalam dunia IT aku bisa. Tapi, bukan hanya di dunia IT aja sih, hal-hal lain aku juga cukup ahli seperti memasak, montir, nukang dan banyak lagi. maklum aku kan menyandang tittle “JACK OF ALL TRADES” bisa melakukan banyak hal tapi bukan masternya.

Setelah beberapa jam mengotak-ngatik si Toshi, si Sony (sebut saja begitu) berdendang, rupanya ada telpon masuk. Aku cepat-cepat mencari si Sony yang menghilang. Setelah bongkar sana bongkar sini ternyata si Sony ada dibalik tas. Aku menjawab tanpa melihat siapa yang menelpon, sebab waktu itu aku mengira Ibunda ratu yang nelpon jadi aku langsung aja menjawab “Ass, ngapo mak? Minta jemput yo? Otw.” Dan ternyata yang jawab kok suara laki “maaf ini mas Dirgah kan? Saya dari best profit, selamat anda besok bisa mengikuti ujian psikotest dari kami, berpakain rapi lengkap, jam 8” jawab mas Profit (sebut saja begitu). Sumpah waktu itu rasa bahagia dan malu bercampur jadi satu, untung aja si mas Profit nya cuek aja kalo enggak, aihhh malu brooo. Sebab waktu itu aku enggak tau banget aku kira si Ibu minta di jemput, eh enggak taunya bukan. Rupanya kantor tempat aku melamar yang menelpon aku. Setelah mendengar hal itu, aku berteriak sendiri seperti orang gila, karena sangking girangnya dan malunya. Walaupun enggak tau besok lulus apa enggak ketika test. Yang penting kita girang dulu dan banyak-banya berdoa, kalo nyesal itu mah belakangan. Paling kalo enggak lulus tinggal pake headset, setel lagu galau seharian ahahah.

Enggak lama kemudian, Si Ibunda ratu menelpon minta jemput. Tanpa pikir panjang aku menjemput si Ibu. Ketika mau jalan pulang si Ibu mengajak membeli nasi bungkus. Kalo aku mah enggeh aja yang penting makannnnn. Jadi aku stop dulu di rumah makan di dekat rumah ku dan si Ibu memesan makanan sedangkan aku menunggu di parkiran. Setelah menunggu cukup lama, si ibu keluar dengan asoy hitam berisi nasi bungkus lauk dendeng dan nila bakar. Akhirnya kamipun pulang tapi ketika perjalanan pulang ada sedikit gangguan. Jalan yang aku lewati polisi tidurnya bagai pagar mini, kecil-kecil tapi tinggi-tinggi. Aku pun kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh. Ketika aku menyeimbangkan kendaraanku, eh itu nasi melompat dari motor ku, untung aja gak kenapa-kenapa nasinya cuman cedera sedikit. Setibanya dirumah aku langsung menyantap nasi bungkus itu sebab sebelum dia habis masa berlakunya karena jatuh dari motor mending aku makan dulu. kan sayang kalo udah lima menit, kata Si Ibu kalo barang yang jatuh ke tanah udah lewat lima menit berarti kotor.

Setelah makan, aku mencoba untuk tertidur. Tapi aku teringat pesang Ibunda ratu “kalo abis makan enggak boleh tidur entar perutnya buncit kaya anggota DPR” jadi aku hanya menahan ngantuk dengan bermain game dan membaca novel faforit sambil menunggu jam 3 untuk pergi ke sebuah komunitas Bahasa Inggris di JAMBI. Setibanya jam 3, aku langsung pergi mandi dan berdandan biar lebih ganteng. Walupun enggak jauh beda sih udah mandi sama belum mandi. Yang penting kewajiban udah terlaksana, yaitu MANDI. Akhirnya aku menyiapkan semua keperluan yang aku butuhkan di tas, dan cabut. Sesampainya di H3 (Head, Hearts, Hand nama komunitasnya) aku menyapa para member lainya, waktu itu masih lumayan sepi jadi aku pergi ke library untuk membaca beberapa buku bergambar. Beberapa menit aku membaca buku, suara di lantai dasar udah rame aja. Akupun akhirnya keluar dari library dan pergi ke lantai dasar dan rupanya memang udah cukup rame dan akupun akhirnya ikut merusuh. Ketika lagi merusuh ada Ibu-ibu dan anaknya dan juga dua orang lainnya ingin mendaftar menjadi member di H3. Tapi bang Adrian (pemilik komunitas ini! Sebut saja begitu) belum datang. Akhirnya, teman member yang lain mengulur waktu dengan mengenalkan komunitas kami selagi aku menghubungi bang Adrian. Akhirnya, orang yang ditunggu datang dan masalah beres. Kami pun kembali ke tempat masing-masing. Waktu itu aku dengan beberapa member lainnya sedang sibuk membahas tentang siapa-siapa yang cocok jadi tokoh di film The Lord Of The Rings. Dan sialnya mereka menyamai aku dengan Gollum, sebuah tokoh antagonis yang worst and creepy. Padahal kan aku lebih mirip Aragorn dari pada Gollum, tapi namanya juga candaan jadi aku maklumi aja. Tapi kan emang bener kalo aku lebih mirip Aragorn dari pada Gollum.

Setelah cukup lama berdebat tentang tokoh-tokoh di The Lord Of The Rings, Akhirnya kami pun sholat maghrib berjamaah di musholah H3. Setelah sholat enggak taunya Bang Andre (sesepuh H3! Sebut saja begitu) memulai kembali debat tentang tokoh-tokoh di The Lord Of The Rings dan mulai bullyan nya menyamakan aku dengan si Gollum, sampai H3 tutup. Ketika mau pulang dari H3, aku punya rencana untuk main ke toko sahabatku Ucup (sebut saja begitu). Tapi setelah melihat langit yang rasanya cukup kurang bersahabat aku pun akhirnya memilih untuk pulang.

Setelah pulang aku langsung menghidupkan si Toshi, dan merevisi beberapa tulisan yang sedikit salah di postingan sebelumnya. Setelah merevisi beberapa postingan yang salah. Aku mulai menulis postingan yang barusan kalian baca diatas, emang sih ceritanya sedikit monoton, Tapi setidaknya bisa memberi inspirasi buat para pembaca hahaha, mungkin. Yah terserah deh, Akhir cerita aku mau undur diri, sebab udah ngantuk. Owh ya mau ngasih kata inspirasi dulu sebelum tutupan. Mungkin sedikit ngawur tapi ya nikmati aja ya, dan jangan terlalu di tanggapi. Satu lagi jika ada kesalahan kata atau kesalahan tulisan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Sampai jumpa lagi.



“Hidup itu bagaikan sebuah Kopi, yang mana jika kalian tidak mengaduknya maka kopi itu akan mengendap dan gak akan tercampur, tetapi jika kalian mengaduk kopi itu walaupun secara pelan tapi terus diaduk, maka kopi itu pasti akan tercampur dan berwarna hitam, jadi jalanilah kehidupan kalian dah hadapi semua tantangannya, walaupun terkadang menyakitkan. Tetap hadapi hidupmu, because that your life”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar