Setelah kejadian kemarin kehidupanku berubah 180°. Setiap hal yang aku lakukan pasti berujung kebaikan. Apa ini mukjizat dari tuhan? Atau emang lagi beruntung aja?, yah tidak taulah yang pastinya semenjak aku udah jadian sama putri hidupku berubah banget. Sampai sekarang aku berpikir kenapa putri orang yang secantik itu mau sama aku yang jelek miskin dan berasal dari keluarga broken home. Mungkin inilah kuasa tuhan, apapun bisa terjadi.
Di bulan pertama aku jadian sama putri semua baik baik saja walaupun ada sedikit masalah tapi kami anggap itu hal biasa. Beberapa bulan kami jalani tanpa hambatan dan semuanya masih baik-baik saja tidak ada masalah apapun, setibanya di bulan Mei putri jatuh sakit. Saat itu aku tidak tau bahwa putri sedang sakit, Sebab saat itu aku sedang mengikui ujian Praktek. Setelah aku mengikuti ujian aku cepat-cepat kerumah putri dengan di antar oleh sahabat terbaikku. Setelah aku sampai dirumahnya, rumahnya terasa sepi. Saat itu perasaan tidak enak mulai menghampiriku “pasti ada apa-apa” ucapku. Kemudian datang lah seorang Ibu-ibu tua yang tidak lain adalah pembatu dirumah putri yang bernama Bik Murti. Bik Murti menghampiriku dan mengasih tau bahwa si Putri sedang sakit dan dirawat di rumah sakit. Setelah mengetahui dimana rumah sakit tempat Putri dirawat aku langsung menuju kesana. Sesampainya disana aku langsung bertanya ruangan tempat Putri di rawat dan langsung menuju kesana. Sesampai di ruangan itu aku melihat seorang Bapak-bapak duduk disamping Putri dan juga melihat Putri terbaring lesu tidak berdaya. Bapak itu bertanya kepadaku "adek siapa ya?" Aku menjawab dengan sedikit takut "saya temennya Putri pak" bapak itu hanya memanggut dan kelihatan bingung sebab waktu itu putri tidak mempunyai kenalan teman Laki-laki, kecuali keluarganya. Sebelum menanyakan banyak hal Bapak itu menyilahkan aku duduk. Aku duduk tepat di seberang Bapak itu atau disamping kanan Putri, waktu itu suasana sunyi senyap, kami hanya berdiam satu sama lain. Kemudian sekitar 10menit kami berdiam Bapak itu mulai menceritakan sesuatu kepadaku, Yaitu semua hal tentang Putri dan sebaliknya akupun juga menceritakan ada hubungan apa aku dengan Putri. Setelah kami saling bercerita, Bapak itu seperti nya menerimaku sebagai pacar putri dan saat itu juga aku mengetahui bahwa Putri sedang menderita kanker hati yang cukup parah dan penyakit itu sudah lama ada sebelum kami berpacaran, setelah aku mendengarkan semua itu rasanya hati ini sangat ketakutan dan sedih, sampai-sampai aku tidak tau harus mengomong apa lagi, aku hanya berdoa didalam hati meminta kesembuhan untuk orang kedua yang kusayangi di dunia ini. Tidak terasa 2 jam sudah aku lewati diruangan itu tapi putri belum juga sadar. Akhirnya aku pun permisi pulang karena waktu itu udah jam 4 sore.
Keesokan harinya aku kerumah sakit lagi, dan aku melihat bahwa putri udah sadar dan di samping nya ada bibinya atau yang aku panggil budeh, sedang berada di sampingnya. Aku melihat wajah putri yang masih pucat dan badannya yang masih lesu melihat kearahku dan memanggil namaku. Aku mendekat dan duduk di sebelah kanannya, dan setelah aku duduk beberapa detik, bibinya mau pamitan dulu karena mau menjemput anaknya disekolah jadi aku di suruh jaga putri sampai ayahnya datang. Pada saat itu kami hanya berdua, waktu itu aku sangat ingat sekali bahwa putri meminta putarin lagu Vierra - semua tentangmu yang mana lagu itu adalah lagu faforit kami berdua. Sebenarnya sih enggak boleh menghidupkan lagu di ruangan itu takut kedengeran pasien lain. Jadi aku memutar lagu itu menggunakan headset dan kami mendengar berdua. Setelah mendengar lagu itu Putri melihatku sambil sedikit tersenyum dan menangis, sampai-sampai aku juga merasa ingin menangis melihat dirinya. Saat itu yang bisa aku lakukan hanyalah memeluk badannya yang dingin bagaikan sebuah daun berembun untuk menenangkan dia dan sambil berbisik, aku berbicara sama Putri “Putri kenapa nangis, aku ada disini, dan aku gak bakal ninggalin Putri sendiri kok, aku janji, jika aku melanggar maka tuhan akan mengutukku menjadi mahluk yang sangat berdosa di dunia ini” setelah mendengar itu putri menjawab dengan pelan “kamu janjikan gak bakal ninggalin aku? Tapi kalo Putri yang ninggalin kamu gimana? Apa kamu bakal sedih atau marah? Tapi Putri enggak mau ninggalin kamu yang, putri sayang sama kamu, sayang banget” sambil menangis dia mengucapkan kata-kata itu. Akupun terdiam kembali dan tidak terasa air mata mulai menetes. Akhirnya aku pun menenangkan putri, dengan berkata “udah-udah, sekarang kamu jangan nangis lagi, kalo nangis kapan mau sembuh entar, kan kasian Ayah Putri nanti, dan juga aku janji sampai maut memisahkan aku gak bakal ninggali Putri” setelah aku mengucapkan itu sebenarnya aku ingin menangis karena melihat keadaan dia dan kata-kata yang ia sampaikan ke diriku. Saat itu diriku sangat kacau aku tidak bisa mengatur emosiku, aku sangat sedih, sedih sekali dan juga aku sangat marah karena tidak banyak yang bisa aku lakukan. Ketika aku terdiam sambil mengatur emosiku putri menciumku dan itu membuat diriku sedikit tenang. Tidak beberapa lama lagu itu berputar dia terlelap, dan aku berdoa di dalam hati "Ya Allah, aku bingung harus gimana, setiap kata-kata yang keluar dari Putri itu seperti pedang yanga sangat tajam yang menyayat hati ini ya Allah, apakah cinta kami bisa bertahan ya Allah? Aku sangat mencintainya ya Allah kenapa harus dia yang terkena sakit seperti ini, apa ini memang cobaan buat ku yang selalu salah padamu ya Allah". Tak beberapa lama aku merenungi nasib, ayah putri datang dan akupun langsung pamitan karena waktu udah agak sorean.
Beberapa hari berlalu, Putri akhirnya sehat walaupun tidak sepenuhnya. Waktu dia pulang dari rumah sakit aku tidak ada disana sebab lagi ada ujian tengah semester. Selesai ujian aku pulang kerumah mengganti baju dan langsung kesana. Sesampai disana aku langsung di sambut Ayah Putri dan disilahkan duduk. Aku melirik kesana sini mencari Putri,tak lama aku melirik putri muncul dari arah ruang keluarga, dia terlihat sangat senang sekali. Baru duduk beberapa detik dia mengajakku ke halaman belakang rumah nya, disana kami berbincang bincang seperti biasa dan dia terlihat sangat senang sekali. Beberapa minggu berlalu semenjak putri keluar dari rumah sakit, waktu itu aku sedang ada masalah dengan keluarga dan aku langsung curhat sama putri. Pada saat itu keluar lagi kata-kata Putri yang sangat melekat di otakku yaitu "tetaplah menjadi diri sendiri apapun yang orang katakan, dan jadilah orang yang lebih baik dari orang yang mengatai kamu, sayang" semenjak aku mendengar kata itu, aku mulai merubah diriku perlahan-lahan dan akhirnya aku bisa merubah diriku walaupun sifat aneh dari diriku tidak berubah yang penting dari tampilan fisik dan pyscholgis sedikit berubah.
Beberapa bulan kemudian gua mendapatkan pesan yang sangat menyakitkan,bahwa Putri akan pindah ke bandung karena neneknya memaksa untuk tinggal bersama. Sebenarnya neneknya sangat khawatir sama putri. Putri tidak bisa membantah dan dia pun bakal pindah ke bandung. Aku tidak bisa berkata apa-apa karena keluarganya yang menyuruh dan aku juga gak mungkin menghalangi karena aku bukan apa-apa selain pacar putri. Mungkin saat inilah hal yang aku takut-takutin selama ini, sebuah hal yang bisa memisahkan kami didunia ini. Bagaimanapun juga aku harus rela melepas dirinya. Dan pertemuan terakhirku dengannya saat itu di rumahnya. Waktu itu aku berbicara pada dirinya "kalo emang begini cara kita berpisah enggak apa-apa kok" dan diapun menjawab dengan sedih "maaf ya sayang, jujur dari hati Putri yang terdalam, Putri sebenarnya gak mau, tapi mau gimana lagi ini keinginan keluarga Putri, Putri gak bisa buat apa apa " dan akupun membalas dengan menahan sedih "iya sayang gak papa, aku udah tau hal ini pasti bakal terjadi, sebab enggak mungkin tuhan bakal selalu baik sama pendosa seperti aku ini, aku ikhlas kok dan ini jugakan untuk kebaikan kamu sayang, sebab apa yang enggak buat kamu sayang dan memang sepertinya hubungan kita ini sangat sulit" dengan menangis putri berbicara untuk terakhir kalinya "Iya deh putri enggak tau mau ngomong apa lagi, kalo emang sayang udah ikhlas, Putri gak bisa ngomong apa-apa lagi, putri senang kalo cinta pertama dan pacar pertama Putri orang aneh yang lucu dan sangat sayang sama Putri, Putri gak nyesel punya pacar seperti kamu, dan jangan lupa akan setiap perkataan putri, "tetaplah menjadi diri sendiri dan jadilah lebih baik dari orang yang merendahkanmu" dan putri berharap setelah kepergian putri sayang bisa berubah dan menjadi lebih baik dari sekarang dan mendapatkan pacar yang lebih baik dari putri". Pada saat itu aku hanya terdiam sambil memeluk dan menciumnya untuk terakhir kalinya.
Beberapa bulan berlalu. Aku gak mendapatkan kabar sama sekali dari putri, saat itu aku baru sadar kalo wanita mana yang bakal suka sama orang aneh seperti aku ini, mungkin keluarganya sengaja menjauhkan putri denganku dengan memindahkan putri ke Bandung. Memang bener hubungan kami ini sangat tidak di restui. Akhirnya aku pasrah dan mencoba menjalani kehidupan seperti biasa. Beberapa lama kemudian aku udah sedikit sedikit move on walaupun masih belum bisa melupakannya tapi aku udah bisa membuka hati untuk orang-orang dan akupun akhirnya mendapatkan pacar, walaupun enggak se-sempurna Putri setidaknya dia bisa melupakan kesedihanku.
Ketika cukup lama aku berpacaran dengan wanita itu, aku mendapat firasat untuk membuka email lamaku entah kenapa, tapi akhirnya aku buka walaupun di emailku banyak banget sekali pesan, tapi aku melihat di daftar paling atas ada email dari Putri. Aku sangat senang sekali waktu itu, akhirnya aku membuka dan akupun membaca, ternyata ini bukan lah sebuah surat yang menyenangkan melainkan sebuah surat yang sangat mengerikan buatku, sebenarnya aku sedikit lupa gimana tulisannya, Tapi sedikit aku ingat kalo di surat itu tertulis "hai nak Dirgah, apa kabar? Maaf ya selama ini Putri sekeluarga enggak ngabarin sebab waktu itu putri drop lagi dan jatuh sakit cukup lama, jadi kami enggak mengurusi hal lain selain putri. Jadi gini bapak mau ngomong, bapak maaf banget ya Dirgah mungkin Dirgah gak bisa bertemu lagi sama putri mungkin untuk selamanya dan misal putri ada salah sama dirgah maafin anak bapak ya." Setelah aku membaca pesan itu aku rasanya sangat sakit sekali, dan aku juga bingung maksud dari surat ini apa? Yang sebelumnya perasaan sangat senang berubah menjadi sangat kesal sampai enggak terkendali dan aku pun memblokir email itu tanpa sengaja. Waktu itu aku sangat terpukul dan prustasi sampai-sampai setiap orang yang berbicara samaku hanya aku tanggapin dengan terdiam. Tapi aku ingat kata kataku dulu bahwa aku sudah ikhlas melepasnya. Akhirnya aku pun dengan perasaan yang sangat berat belajar untuk mengikhlaskannya dan juga akupun sekarang udah mempunyai ulfa. Akhirnya setelah beberapa hari aku merenung, aku bisa menjalani hari seperti biasa walaupun ada rasa sedih di hati. Tapi aku harus tetap tersenyum dan harus tetap tertawa karena itulah aku, seoarang anak aneh yang tanpa di sengaja bertemu dengan bidadari yang merubahnya dari zero to hero! Dan mungkin ini adalah sebuah akhir dari awal kehidupan yang sebenarnya.
Sebelumnya maaf jika ada kata-kata yang mungkin sedikit di lebih-lebihkan atau yang kurang berkenan di hati pembaca saya mohon maaf, sebab ini hanya kilas balik kisah cinta masa laluku, jadi saya tidak terlalu ingat. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar